Menjawab Tuduhan Bahwa Al-Qur'an Mengatakan Bumi Itu Datar


Baru-baru ini sedang gempar isu mengenai bumi bulat atau datar. Bahkan, isu ini menyangkut Al-Qur’an. Terdapat kabar yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengatakan jika bumi itu datar. Banyak di antara kita yang sudah tahu bahwa bumi memiliki bentuk yang bulat. Namun, beberapa hari ini terdapat isu yang mengatakan bahwa Al-Qur’an berisi ungkapan jika bumi itu datar. Namun kabar ini segera dibantahkan dengan berbagai surat yang ada di dalam Al-Qur’an.

Menjawab Tuduhan Bahwa Al-Qur'an Mengatakan Bumi Itu Datar

Dalam surat Al-Hijr ayat 19 mengatakan jika Allah telah menghamparkan bumi. Bagian yang dihamparkan merupakan bumi secara mutlak sehingga jika kita berada di tempat tertentu, baik itu Utara, Timur, Barat atau Selatan maka kita akan melihat bumi seolah-olah datar di hadapan kita. Kemudian, saat kita berjalan dan selalu berjalan dengan satu arah yang tetap maka kita akan mendapati tanah yang terhampar hingga suatu saat kita akan kembali dari titik awal kita berjalan. Hal ini membuktikan bahwa bumi memiliki bentuk bulat. Apabila bumi memiliki bentuk kubus, maka hamparan itu akan terpotong dan menuruni bagian yang menjurang sehingga tidak akan ditemui hamparan lagi.

Selain itu, apabila bumi memiliki bentuk seperti karpet atau tikar maka ketika kita mengadakan suatu perjalanan terus menerus dari suatu titik dengan satu arah maka suatu ketika kita akan menemukan titik tertentu yang merupakan ujung dari bumi sehingga kita tidak akan bisa kembali lagi ke titik awal perjalanan. Bahkan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa bumi yang sebenarnya berbentuk bulat. Setelah dilakukan perjalanan yang terus menerus maka seseorang akan kembali titik awal perjalanannya.

Pada surat Al-Baqarah ayat 22 mengatakan bahwa Allah telah membuat bumi itu hamparan atau karpet bagi umat-Nya. Berdasarkan kalimat yang ada pada surat tersebut menjelaskan bahwa bumi itu tidak hanya sekedar karpet. Tapi, terdapat manusia yang hidup di atasnya. Meskipun bumi itu tidak datar tapi hanya terasa seolah-olah datar namun sebenarnya bukan datar.

Dalam surat tersebut kita menemukan kata karpet. Namun, maksud dari karpet itu tidak serta merta untuk duduk atau alas tidur. Namun, kata firasy memiliki arti ranjang yang merupakan sesuatu yang aman dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat tidur. Hal ini dikarenakan struktur bumi yang berlapis-lapis. Pada bagian inti bumi memiliki temperatur yang sangat panas, bahkan beribu-ribu derajat celcius. Namun, bagian atas atau permukaan paling atas dengan lapisan keras setebal 70 km (lapisan kerak) merupakan lapisan yang paling nyaman dan aman dengan suhu pas untuk kehidupan. Hal ini membuat bumi seolah-olah seperti karpet atau ranjang yang membentang luas dan melindungi seluruh makhluk Allah yang berada di atas lapisan tersebut dari panas yang mematikan. Inilah bentuk bumi sebenarnya.

Berdasarkan penjelasan dari beberapa surat di atas, maka sudah terbukti bahwa di dalam Al-Qur’an menjelaskan jika bumi memiliki bentuk bulat. Anggapan mengenai bumi yang datar hanyalah ilusi mata dan seolah-olah. Namun, pada dasarnya bumi merupakan hamparan berbentuk bulat dimana kita akan menemukan titik awal perjalanan jika melakukan suatu perjalanan secara terus menerus. Demikian penjelasan untuk menjawab tuduhan bahwa Al-Qur’an mengatakan bumi itu datar.
0 Komentar untuk "Menjawab Tuduhan Bahwa Al-Qur'an Mengatakan Bumi Itu Datar"

Back To Top